-
-
12:29
»
Gita Aprinta
4 times birthday, 3 times you lost your hand phone, you call my name more than 25 times per day, you can’t figure out how to use photocopy machine, you can’t leave sprite ‘dingin’, your desk is always untidy, but you share your chocolate and i’m still live work with you. long life mas [...]
-
-
10:36
»
Gita Aprinta
apa yang harus kamu lakukan ketika kamu tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan?
-
-
10:07
»
Gita Aprinta
saya pikir tuhan itu punya kapasitas memory sangat besar, bahkan tidak terbatas. tak hanya 1GB atau 120 GB, bisa jadi dia punya berjuta juta giga.
tapi mengapa masih banyak hal yang sepertinya tuhan lupa?
apa tuhan terlalu tua untuk mengingatnya?
*bukan, bukan pertanyaan. hanya sebuah pop up thought saja
-
-
16:25
»
Gita Aprinta
aku tidak akan berkata sabar untuk membuatmu lebih baik. karena aku tidak sedang berada dalam kondisimu sekarang, sehingga tidak bisa merasakan kesakitan seperti yang kau alami.
sabar, ikhlas, tabah adalah kalimat standart yang diucapkan untuk menghibur seseorang dalam keadaan terpuruk, berduka, sakit hati apapun itu ketika hidup dirasa berada pada titik nadir.
ucapan yang tulus, tentu saja. [...]
-
-
14:38
»
Gita Aprinta
hidup sekali, jatuh cinta sekali, dan menikah sekali.
kutipan yang pernah saya dengar dari sebuah film lama. entah saya lupa judulnya.
meski kurang setuju pada bagian jatuh cinta sekali, karena menurut hemat saya orang berhak jatuh cinta berkali kali. tetapi hidup dan menikah, sepertinya cukup satu kali saja.
suatu hari saya pernah mengajukan pertanyaan ke tukangkopi playboy yang [...]
-
-
10:01
»
Gita Aprinta
kejebak banjir di dayeuh kolot. putar lewat buah batu. macet total. akhirnya naik ojek. lewat jalan antah berantah yang katanya alternatif. setengah jam sebelum kereta berangkat baru sampai stasiun. tiba tiba kereta mbledug. seluruh gerbong gelap. ditunda keberangkatannya. sampai cikampek. langsir. tahunya hampir 3 jam ngga jalan juga. ternyata lokomotif mati. jam tujuh pagi sampai [...]
-
-
13:40
»
Gita Aprinta
saya memang ga tahu kalau dragonball bisa apa aja. bahkan planet Namec di mana saya juga ngga ngeh. sepertinya saya harus tanya ghilman atau ebess dulu. but thanks dok buat oret2annya di pagi kemarin, kali ini bener kok tanggalnya
ya!seharusnya sayang tidaknya seseorang pada lainnya itu tidak diukur dari salam dan tutur kata. [...]
-
-
13:45
»
Gita Aprinta
kita cenderung lebih gampang menilai orang lain dibanding diri sendiri bukan?
karenanya 100 hal fakta ataupun bad habit yang saya tuliskan tentang diri sendiri ini cukup lama saya tulis. saya memulai dari bulan desember 2007 dan baru dipertengahan april ini selesai tuntas. sementara kedua teman saya sudah lebih dulu menyelesaikannya jauh jauh hari. susah wi, na!
sebuah [...]
-
-
17:10
»
Gita Aprinta
bersama mas sipit, hidup itu kayak komik.
apa saja bisa terjadi.
seperti tom dan jerry yang mendadak akur kala harus menghadapi bulldog besar. bahu membahu untuk bisa me-knockdown sang anjing.
ada waktu di mana saya ketiban pulung menjadi tazmania the devil dan tak lepas dari kesialan seharian itu.
ketika mood mas sipit mendadak ngedrop dan semua yang saya lakukan [...]
-
-
7:25
»
Gita Aprinta
Promise me, you will enjoy your holiday
Yes.
Nana, I enjoy my holiday. 100%.
Pangalengan – Bandung – Semarang – Salatiga – back to Semarang lagi – Jepara.
Dan flu ini? Ah tak berarti apa-apa dibanding bingkisan sukacita yang saya terima.
Anggap saja sebuah penyeimbang agar saya tak terlalu berlarut dalam euphoria.
-
-
14:23
»
Gita Aprinta
Semua orang bergerak maju, tak satupun yang mau tertinggal oleh laju dunia apalagi hanya berhenti di satu titik saja.
Batu yang terpijak sekarang adalah loncatan untuk mendarat di batu berikutnya.
That’s a life.
Ungkapan klise, sepertinya mewakili semua pemakluman kenapa hidup itu bergerak ke depan dan bukannya mundur ke belakang.
Ada mimpi yang ingin di capai, pun harap tersemat [...]
-
-
16:17
»
Gita Aprinta
Kartu pos.
Barang yang selalu saya minta untuk dikirimkan setiap kali seseorang yang saya kenal dekat bepergian ke luar negeri.
Kartu pos dengan tulisan tangan dan stempel pos?
Iya, memang itu.
Terdengar kuno dijaman orang tak lagi asing dengan surat elektronik, saya malah mengharapkan kabar yang tersampaikan melalui selembar kartu pos.
Padahal bukankah lebih mudah mengetik barisan kata, lalu dikirim [...]
-
-
10:42
»
Gita Aprinta
Ketika saya memutuskan untuk cabut dari mess dan memilih indekos sopir saya kantor langsung sibuk bertanya tanggal dan hari kelahiran saya.
Buat apa?
Buat cari hari baik, katanya.
Saya menolak.
Buat saya semua hari itu baik. Sama seperti saya tidak percaya bahwa angka 13 itu lambang kesialan.
Tapi pak sopir keukeuh, dengan berbagai macam opini yang dia kemukakan. Biar terhindar [...]
-
-
11:24
»
Gita Aprinta
What is—”Paradise”—
Who live there—
Are they “Farmers”—
Do they “hoe”—
Do they know that this is “Amherst”—
And that I—am coming—too—
Do they wear “new shoes”—in “Eden”—
Is it always pleasant—there—
Won’t they scold us—when we’re homesick—
Or tell God—how cross we are—
You are sure there’s such a person
As “a Father”—in the sky—
So if I get lost—there—ever—
Or do what the Nurse calls “die”—
I [...]
-
-
15:20
»
Gita Aprinta
If it requires perfection to love you … I’m so sorry I can’t be perfect
-
-
17:21
»
Gita Aprinta
Saya suka berlama lama di stasiun kereta api. Duduk diam sembari mengamati orang berlalu lalang, datang dan pergi. Pengantar dan yang diantar, penjemput dan yang dijemput. Semua interaksi yang terjadi.
Peron adalah tempat sempurna untuk mengamati orang saling berdekapan erat menumpahkan rindu ditengah hiruk pikuk dan suara bising lokomotif kereta.
Dari peron itulah saya bisa menangkap jutaan [...]
-
-
12:40
»
Gita Aprinta
Resiko seringnya merupakan sebuah dampak negatif.
Saya bilang ke Dominic, ‘Boleh lari-larian, tapi jangan nangis kalau terjatuh. Jatuh adalah resiko dari berlari’
Tak sulit mengajari anak seusia Dominic untuk mengerti resiko dari tiap hal yang ingin dia lakukan. Tidak melarang, sekedar membuatnya belajar agar ketika terpeleset, terjatuh dan terantuk sewaktu bermain ia tak perlu menangis ataupun menyalahkan [...]