Pergilah seperti uap, karena kutau, kau akan kembali sebagai hujan.
“Kalau kau ada waktu, jemput aku di bandara Jum’at pagi. Aku berangkat dengan penerbangan pertama”
Aku menimang-nimang ponselku setelah membaca pesan yang sangat tibatiba itu. Bimbang. Kaukah itu? yang berjanji datang menemuiku, setelah ratusan purnama kulewati tanpamu?
“Ya, tentu…aku akan menjemputmu”
Kuhela nafas, sesak. Ada yang mengganjal ketika membalas pesanmu.
Antara percaya [...]