
Ah, mana bangga kau di atas sana! Dua tahun kau pergi, harapanmu jauh dari kenyataan, keturunanmu ini kuliahnya tidak beres-beres juga. Ujarmu dulu, lulus cepat–kurang dari empat tahun, cari pekerjaan yang layak dan menghasilkan, serta [calon] istri yang setia. Nyatanya jauh, bung!
Hal terakhir yang kita sepakati hanya satu: penyakit yang sama.
Mari bersulang.