
Saya sendiri malah tahu detail info ajaran samin dari temen milist tribal dari yokohama jepang,Beliau mengatakan kalo diarea perbatasan jawa tengah dan jawa timur terdapat desa atau kota yang jadi akar kuat ajaran samin. Ajaran samin sebetulnya cukup lama juga berkembang,tercatat pada tahun 1859-1914. Nah,belom lama ini (tgl 24 juli 2010) saya traveling ke situ,melihat dan berbicara langsung dengan orang2 yang menganut ajaran samin atau lebih sering di sebut sikep.
Mau tehe ?
Munculnya ajaran samin adalah dari bentuk perlawanan ke diktatoran belanda,yang harus mewajibkan warganya membayar pajak,merampas tanah2 mereka dan mengambil isi hutan (kayu jati). Desa yang saya kunjungi adalah desa Tapelan Kecamatan ngraho bojonegoro. Suasana desa sepi,jalan juga tdk teraspal dengan bagus. Curah hujan yang sedikit dan tanah mengandung kapur membuat debu terbang menelisip ke mata sangat sering. Saya berkunjung ke keluarga pak Taker,di desa itu cukup terpandang dan disegani. Ajaran samin sangat saklek (kaku/tegas). Jadi ,kalo dia bilang A,dia akan perperinsip teguh dengan pilihan A trsb. Pak Taker mempunyai anak namanya wilis (bu wilis),yang sekarang jadi penerus ajaran samin. Se-angkatan pak taker,hanya dia sendiri yang masih bertahan. Dulu jaman belanda,warga yang menganut ajaran samain ditangkap belanda (di selung-kosa kata meraka). Dan di buang di bbrp wilayah sumatra dan makasar. Tak sedikit se-angkatan pak taker yang tdk bisa balik ke jawa,yg akhirnya meninggal dan dikuburkan ditanah pengasingan.

Kenapa ajaran samain tidak berserikat ? berkumpul ?
Mata pak kasban,53th (warga tapelan bojonegoro.penganut ajaran samin) berkaca2 kalo meng-ingat apa yang terjadi pada jaman dia kecil dulu. Menurutku,Kalo saja warga samin tidak berserikat,berkumpul atau saling berkomunikasi untuk mempererat jejaring mereka,saya rasa ajaran samin bisa punah tergerus oleh jaman moderen. Ada tragedi besar yg membuat mereka “sedikit takut “berserikat. Pada tahun 1968 di dusun Nginggil Kradenan, Blora, Jawa Tengah.Terjadi suata mala petaka yang mengerikan,yang di tujukan oleh orang2 menganut ajaran samin. Suatu pembataian besar2an oleh tentara-tentara kita yang menyebut dirinya bertuhan. (ribuan warga meninggal dan dikubur masal di seputar bibir bengawan solo). Mulai saat itu,sampe sekarang warga samin tidak terlalu menonjolkan kehidupan ajaran mereka.

Ajaran Samin menurutku
Di agama manapun ada larangan mencuri,iri dengki atau berprasangka buruk,tapi yang bisa mengaplikasikanya mnrtku hanya orang samin. Sebab,mereka sangat kuat memegang ajaran samin. Maka saya sependapat dengan tulisan surya online,” Kampung Samin, Daerah dengan Kriminalitas NOL”. Warga samin (sikep) kalo membuat hajat, ntah nikah atau apa,mrk tidak menerima sumbangan dari orang lain. Dan lucunya,kalo kita bertamu kemereka,kita wajib memakan atau meminum apa yang di hidangkan dari mereka. Kalo tidak,anda kalo bertamu ke mereka lagi,tidak akan di suguhi lagi.(di kasih hidangan). Kira2 begitu yang saya tahu.
Ciri2 warga samin
Warga samin biasa di sebut wong sikep yg artinya baik dan jujur, tapi emang demikian adanya. Orang2 warga yang menganut ajaran samin sangat ramah,saking ramahnya saya malah ga ngerti mereka berbicara apa (saking halusnya berbahasa jawa). Kalo berpergian jarang mengunakan kendaran,lebih dengan jalan kaki. Soal pakaian,ini unik ! serba hitam,tidak punya krah di bajunya dan bercelana pendek sedengkul serta mengenakan ikat kepala bagi yang pria. Di wilayah desa mbalongan (dekat cepu),bahkan masih ada pernikahan yang tanpa mengikut sertakan KUA,jadi suka sama suka..trs di saksikan oleh warga..nikah sudah sah! (ngiler aku).
Pergerakan samin saat ini.
Karena waktu traveling saya terbatas,saya tidak bisa berkunjung ke titik2 penyebaran ajaran samin yang masih kuat smpe sekarang. Ajaran samin yang masih banyak ada juga di klopoduwur blora,bahkan info yang masuk ke redaksi escoret,pemda blora membuat tempat khusus untuk orang2 samin.

Menurutku sendiri,warga samin harus di lindungi dan diberi ruang lingkup bebas untuk mereka bersosialisasi,berserikat. Kalo tidak,ajaran samin akan hilang dengan sendirinya dan hanya jadi dongeng di internet.
Traveling selanjutnya…. Kampung adat dukuh garud jawa barat !
Salam
Pepeng
eScoret