Hari Ibu biasanya gak gitu ‘kerasa’ bagiku secara aku emang dari kecil ga tinggal ama ibu kandungku. Hei.. itu ‘kan cerita masa lalu yah?
Alhamdulillah, sehari sebelum hari ibu, 22 desember 2008 saat aku mendengar buah hatiku menangis.. disela tangisnya tiba-tiba dia berkata.. ” ibummm..miememmm..” eh?.. benarkah? Lalu kutanyakan padanya, Affan mau mimik, ya, Nak? huhuhuhu… lalu Affan-ku menjawab kembali.. “ibumm..miememmmmmmm..” subhanallah.. 
di usia 4 bulan lebih 3 minggu, anakku mampu memanggilku, ibunya, yangmelahirkannya 
Ya Allah.. berikanlah kesanggupan bagi kami ‘tuk menjadi orangtua yang amanah bagi amanahMu, Affan Fadhil Nugroho.
Hari ini, ocehannya bukan lagi sekedar tangisan melainkan telah terangkai menjadi satu dua kata bermakna.. esok, lusa, lalu seterusnya.. teruslah belajar anakku..teruslah berkata-kata.. lalu goreskanlah kata-katamu dalam tulisan, sesederhana apapun goresanmu. Jangan khawatir, sayangku, ada Ibu di sini yang akan selalu menantikan goresanmu.
Rabbii.. ingatkanlah selalu diri ini.. ‘tuk slalu mengajarkan amanahMu tentang kebenaranMu..
Mereka adalah putra putri dari kehidupan yang merindukan dirinya sendiri,
Mereka datang melaluimu tetapi bukan darimu,
Dan walaupun mereka tinggal bersamamu, mereka bukanlah milikmu.
Kau dapat memberikan kasih-sayangmu tetapi tidak pikiranmu,
Karena mereka mempunyai pemikiran sendiri.
Kau dapat memberikan tempat untuk raga tetapi tidak untuk jiwa mereka,
Karena jiwa mereka menghuni rumah masa depan, yang tak dapat kau kunjungi, bahkan tak juga dalam mimpi-mimpimu.
Kau dapat berupaya keras untuk menjadi seperti mereka, tetapi jangan mencoba membuat mereka sepertimu,
Karena kehidupan tidak berjalan ke belakang juga tak tinggal di masa lalu.
Kau adalah busur dari mana anak-anakmu melesat ke depan sebagai anak panah hidup…
Sang pemanah melihat sasaran di atas jalur di tengah keabadian, dan DIA meliukkanmu dengan kekuatanNYA sehingga anak panahNYA dapat melesat dengan cepat dan jauh.
Biarkanlah liukkanmu di tangan sang pemanah menjadi keceriaan;
Bahkan DIA pun mengasihi anak panah yang terbang, demikian juga DIA mengasihi busur yang mantap
taken from http://fadlanzikra.multiply.com/journal/item/102
Anakku, melihatmu tumbuh sehat dan ceria.. tiada henti hatiku berbisik..memohon semua kebaikan terlimpah padamu..jadilah anak sholih, kebanggaan agama, orangtua dan negerimu.. jejakkanlah kakimu dengan kuat namun bungkukkanlah kepalamu dengan takzim…
peluk cium sayang tuk Affan Fadhil Nugroho..