sekian lama menunggu akhirnya sang guru dari operator penguni SIC turun tanggan juga. untunglah permasalahan yang dikemukakan oleh sang guru tidak membuatku mati langkah. Cukup dengan kata `APA BENAR TULISANNYA KAYAK GINI?` begitulah kata pertama yang masih tergiang ditelingaku saat pertama kali bertanya. Ya dengan modal sastra indonesia yang hanya dapet B kuyakinkan bapak satu ini untuk percaya, padahal cuma ngarang, eh teryata sang pemangku pun turun tangan menolong, wah indahnya hidup ini teryata tak segalak yang di omongkan anak-anak :))
Hanpir setengah jam aku berunding sama dedengkotnya SIC ini dan teryata saatnya talah tiba. tiba-tiba sang guru mendepakku keluar dari ruang sidang n hasilnya……
“…SETELAH DIRAPATKAN, KARENA TADI ADA PERTANYAAN YANG TIDAK BISA KAMU JAWAB MAKA, KAMU DILULUSKAN DENGAN REVISI…”
Alhamdulillah…