
Saya mengenalnya belum lama. Belum genap setahun malah. Namun saya sudah menganggap Paman Tyo sebagai paman dan orangtua saya sendiri. Paman Tyo juga sering saya anggap sebagai kawan sendiri dan kami sering saling ledek dan cela.
Sepintas memang Paman terkesan sangar, gahar, galak, dan menakutkan. Namun jika berinteraksi lebih dekat, maka kesan tersebut otomatis akan sirna dan berganti menjadi sosok yang bijaksana, berbudaya, jenaka, dan menyenangkan.
Bergaul dengan beliau memang banyak mendapatkan manpangat sekaligus mundarat. Berbagai wejangan mulai dari yang menjerumuskan hingga yang mengarahkan ke jalan kebajikan juga sering beliau limpahkan.
Paman yang usil, dengan hobi memotret orang dengan cara candid, membuat kita harus berhati-hati dalam bertingkah laku. Tak jarang pose-pose unik dan memalukan sering beliau dapat tanpa kita sadari. Selain itu, kreativitas yang berlebihan membuat Paman sering iseng dan usil. 

Belum lagi latar belakang beliau yang memang (mengakunya) orang media tersebut membuat Paman selalu memiliki wawasan dan pemikiran yang terbuka. Inilah salah satu resep kenapa Paman selalu tampak lebih muda dari usianya. 
Nah, ngomong-ngomong soal usia, hayo tebak, berapa kira-kira usia Paman?
Karena memang tepat hari ini, Paman Tyo yang sungguh berbudaya tersebut memang bertambah usia. Indikator usia ini memang sering berhubungan dengan jumlah rambut yang gugur.
Ada quote menarik dari Paman mengenai relevansi usia dan “mahkota”.
Botak itu bukan aib apalagi prestasi tapi kutukan, terutama kutukan bagi orang yang melihat sehingga merasakan nestapa visual — Paman Tyo
Selamat ulang tahun, Paman! Semoga tambah segalanya yang baik-baik. Mohon maaf kalo saya ndak bisa ngasih apa-apa, kecuali hanya doa agar Paman tetap sehat dan bahagia.. 
Foto-foto diambil dari koleksi Paman Tyo di Facebook
jengjeng matriphe! Viewed 2858 times by 1054 viewers