Sewaktu pertama kali saya belajar biola, hal pertama yang diberikan oleh guru saya adalah belajar menjepit biola. Untuk bisa memainkan biola dengan lancar, seorang pemain biola memang harus menaruh beban biola di bahunya, bukan di tangannya, jadi tangan dan jari-jarinya bebas bergerak saat bermain biola. Nah, pertanyaan saya pada waktu itu adalah: bagaimana cara menjepit biola? Karena, saat setelah saya coba ternyata tidak mudah. Tapi sayangnya, guru saya waktu itu tidak mau memberitahu saya bagaimana cara menjepit biola. Guru saya bilang dia tidak bisa mengajarkan cara menjepit biola kepada saya. Kenapa? Menurut guru saya, tiap orang punya postur tubuh masing-masing, tiap biola juga punya bentuk masing-masing. Antara satu orang dengan yang lain mempunyai cara berbeda untuk menjepit biola. Dan cara itu tak bisa diajarkan. Cara itu harus dicari sendiri dan dilatih sendiri. Hanya diri kitalah yang bisa merasakan postur tubuh kita, dan hanya diri kita sendiri yang bisa menemukan caranya.
Nah, malam ini saya menonton sebuah acara di televisi yang menghadirkan seorang motivator terkenal. Dari dulu, yang saya tahu motivator adalah seseorang yang gemar memberikan speech di depan publik untuk memberikan merekamotivasi, terutama berkaitan dengan hidup. Dan banyak orang tertarik untuk mendengarkan apa yang dikatakan motivator, karena mereka merasa perlu meningkatkan motivasi dalam diri mereka. Yang saya tahu banyak orang yang bersemangat datang ke acara berlabel “training motivasi”. Tapi, berapa orang yang setelah pulang dari acara itu, benar-benar mengubah hidupnya karena motivasi diri yang meningkat? Saya pikir tidak banyak. Saat mendengarkan kata-kata motivatif dari sang motivator, banyak orang terkesima dan bertekad mengubah hidupnya. Tapi, setelah acara selesai, mereka semua kembali pulang ke rumah masing-masing, dan kembali menjalani hidup seperti biasanya. Kata-kata motivator ternyata hanya menjadi stimulus yang tidak berpengaruh apa-apa.
Lalu, apa hubungannya motivasi dengan belajar menjepit biola?
Hmm… saya sendiri sebenarnya adalah seseorang yang masih belum punya banyak pengalaman, dan tidak bisa membakar semangat orang lain untuk meningkatkan motivasinya, tidak seperti para motivator itu. Tapi saya pikir, meningkatkan motivasi itu sama dengan menjepit biola. Semua orang mempunyai cara masing-masing. Tidak ada satu orang pun yang bisa mengajarkan cara meningkatkan motivasi kepada orang lain. Sebagus apapun motivator berbicara, jika “benteng pertahanan” di dalam diri kita terlalu kuat, tidak akan ada yang berubah. Saya menganggap motivator sebagai suatu stimulus yang memerlukan mediasi dari diri kita sendiri, sebelum terjadi suatu perubahan. Jadi, itu semua berawal dari dalam diri kita. Hanya kitalah yang bisa menemukan motivasi di dalam diri kita, entah bagaimana caranya.