Libur semester ini banyak dimanfaatkan mahasiswa tahun ketiga untuk membahas soal KKN. Saya dan teman-teman pun juga ingin membuat suatu program KKN di Kampung Kauman Solo. Kampung Kauman adalah suatu Kampung Batik di Solo. Singkat cerita, kemarin teman-teman saya berkumpul di kampus untuk membahas masalah tema, survey, dan mencari dosen pembimbing. Saya sendiri tidak bisa ikut dalam pertemuan itu, tapi saya mendapat “oleh-oleh” suatu cerita yang membuat saya malu, tetapi ikut senang hehehe.
Jadi, kelompok kami semuanya adalah perempuan, dan seperti mahasiswi-mahasiswi pada umumnya, kami mempunyai dosen favorit yang kami kagumi. Saat membahas mengenai dosen pembimbing untuk KKN, nama dosen favorit tersebut sempat muncul. Seandainya saya ada di pertemuan itu, saya pasti bilang, tidak mungkin dosen tersebut menjadi dosen pembimbing KKN kami. Alasannya, bidang minat beliau sangat berbeda dengan minat kami. Lagian, walaupun kami semua kagum padanya, tidak ada seorang pun dari kami yang cukup kenal dekat dengan beliau.
Tapi kenyataannya, saya tidak hadir di pertemuan itu. Dan secara kebetulan, saat teman-teman saya membahas persiapan KKN tersebut, sang dosen favorit tersebut tiba-tiba lewat di dekat mereka. Spontan saja, tiga orang teman saya langsung lari mengejarnya. Dan berikut kira-kira pembicaraan mereka dengan bapak Profesor favorit kami tersebut.
Teman saya: “Pak, kami sedang merencanakan membuat program KKN di suatu kampung batik di Solo. Apa Bapak mau menjadi dosen pembimbing kami?”
Pak dosen: “Lhoh? Kok kamu tahu saya orang Laweyan?” (Laweyan adalah suatu kampung batik di Solo selain kampung Kauman. Penjelasan lebih lanjut, silakan dilihat di blognya Zam.)
Teman saya: *kaget* “Lhoh? Bapak orang Laweyan?”
Pak dosen: “Jadi kalian belum tahu kalau saya orang Laweyan?”
Teman saya: *clingak clinguk*
Pak dosen: “Jadi kenapa milih saya jadi dosen pembimbing? Wah, dho seneng karo aku yo?”
Spontan, teman-teman saya jadi malu. Bahkan salah satu dari mereka mundur dan kabur :-P Tapi akhirnya, Bapak Profesor baik hati yang kami kagumi tersebut bersedia menjadi dosen pembimbing kami. Horeee! :-)
Nah, masalahnya sekarang adalah kami masih diberi tugas tambahan oleh beliau. Tugas pertama adalah survey ke tempat sasaran KKN. Karena beliau adalah orang Laweyan, kelompok kami pun sepakat mengganti tempat sasaran KKN dari Kauman ke Laweyan. Dan kami pun akan segera survey ke lapangan dalam waktu dekat.
Tugas yang lain adalah, setelah survey, kami diminta datang ke beliau untuk menyampaikan beberapa hal, yaitu: hasil survey kami, tema yang akan kami angkat, dan alasan kenapa kami memilih beliau sebagai dosen pembimbing.
Dan itulah tugas terberat bagi kami. Tidak ada alasan lain kami memilih beliau, selain karena kami nge-fans sama beliau. Huhuhu malunya… :”>