Karena semuanya dateng kesorean (gw sendiri baru masuk Sency jam 17.30 setelah baku macet di jalan dari Mall Taman Anggrek), walhasil gak dapet tempat di Urban Kitchen. Buka puasa terpaksa dilakukan di Food Hall dulu sembari nunggu sela di Urban Kitchen. Agar gak diusir karena cuma numpang nunggu doang, akhirnya kami memesan 1 porsi spaghetti, beberapa botol air mineral, beberapa macam kemasan buah segar, dan beberapa kaleng Pringles. Kira2 1,5 jam setelah buka dan sholat Magrib secara bergantian, barulah kami isa makan secara layak di Urban Kitchen.
Yang paling menggelikan adalah diantara kami semua yang hadir di forum tersebut, yg memilih Senayan City sebagai tempat berbuka puasa cuma Pendil doang. Huhuhuhu, jadi masih misteri siapa yg milih Sency tapi gak dateng ke sana buat ngeramein acara tersebut. Ada dugaan kalau sebenernya yang memilih Sency adalah kawan2 yang berdomisili di Semarang.
Ini mungkin yang dinamakan “mangan gak mangan sing penting kumpul” atau lebih tepatnya “susah cari tempat mangan gak susah cari tempat mangan sing penting kumpul”.