Blogfam. Ini komunitas blogger pertama yang saya ikuti, setelah berkenalan dengan dunia blog, enam tahun silam. Saya “keracunan” nge-blog, setelah melihat seorang kawan terlihat asyik setiap hari “bermain” dengan blog-nya.
Saya lalu mulai bertanya tentang dunia blog dan sisik meliknya. “Melu Blogfam, ben oleh konco nge-blog. Ikut Blogfam, biar dapat teman nge-blog.” Itu juga saran kawan saya, di sela jawaban atas pertanyaan saya tentang dunia blog.
Akhirnya, saya realisasikan keinginan membuat blog. Dan jadilah, satu blog (tidak) bermutu ini. Saran kawan saya untuk gabung ke Blogfam juga saya turuti.
Sebagai newbie, saya senang bukan kepalang ketika mendapatkan respons hangat dari penghuni Blogfam. Mulailah, saya berjejaring dengan penghuni komunitas virtual ini, dengan saling berkomentar di postingan masing-masing.
Dan, waktu berjalan. Tak hanya di Blogfam, saya juga bergabung di komunitas blogger lain. Namun, kesibukan (juga kemalasan :p) membuat saya jarang nge-blog. Menengok forum Blogfam, maupun forum dari komunitas lain yang saya ikuti, hanya sesekali saya lakukan. Tidak intensif.
Tapi silaturahmi dengan beberapa blogger yang bertemu di komunitas masih saya jalin, meski tidak melalui blog lagi. Situs social media lebih menarik perhatian saya, daripada situs blog, untuk tetap bersilaturahmi dengan mereka.
Sampai beberapa waktu lalu, seorang kawan lama blogger yang dulu bertemu di Blogfam melayangkan ajakan untuk aktif nge-blog lagi. Kawan ini pula yang mengingatkan saya tentang HUT Blogfam ke-8. Lalu terlintas ide untuk menulis sesuatu, sekadar testimoni tentang komunitas pengusung tagline “When Sharing Meet Caring” ini.
We Are A Virtual Family. Ini tagline yang diusung Blogfam, pada waktu saya bergabung. Sebagai komunitas tempat berkumpulnya blogger yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia dan dunia, Blogfam tidak hanya sebuah komunitas. Tapi lebih. Blogfam adalah keluarga.
Komunitas ini menyatukan mereka yang tercerai berai di berbagai lokasi, hingga menjadi satu keluarga. Blogfam menjadi rumah bagi para blogger untuk berkumpul. Berbagi cerita, suka dan duka, tawa dan tangis, di rumah virtual ini.
Saya kurang tahu seperti apa naik turunnya perkembangan komunitas ini. Yang saya tahu, hingga hari ini, Blogfam masih menjadi rumah yang indah bagi penghuninya untuk saling berbagi kisah. Dari beberapa posting yang sempat saya baca, mereka tetap merasa bahwa Blogfam adalah komunitas utama mereka, meski mereka bergabung pula di komunitas blogger lain.
Semoga saja, seiring usia yang makin bertambah, Blogfam terus berkembang menjadi satu dari sekian banyak komunitas blogger di Indonesia yang memberi nilai positif bagi kehidupan berjejaring di dunia maya. Menjadi komunitas yang terus memberikan manfaat bagi pegiatnya, baik sebatas pertemanan yang makin luas, atau manfaat lain yang memiliki nilai ekonomis.
Saya pernah membaca tentang sebuah komunitas otomotif beranggota ratusan, yang kemudian dikelola secara profesional karena melihat ada potensi ekonomi yang bisa digarap. Membuat merchandise hanya salah satu contoh dari potensi bisnis yang ada di komunitas, yang akan memberi keuntungan ganda.
Rasa kekeluargaan semakin erat dengan adanya merchandise yang menjadi semacam “identitas” bahwa pemiliknya adalah anggota komunitas yang dia banggakan, di sisi lain hasil dari penjualan merchandise bisa digunakan untuk biaya operasional pengelolaan komunitas. Dan saya yakin, penghuni Blogfam memiliki banyak potensi yang bisa digarap untuk bisa memberikan manfaat ekonomi dari keberadaan komunitas ini.
Blogfam, selamat ulang tahun ke-8
Semoga tetap menjadi rumah yang nyaman di usiamu yang sewindu
Solo, 6 Desember 2011
… the tukang nggedeblues …