Sebetulnya yang berhak untuk marah ketika Kedutaan AS di Jakarta minta duit 100.000 USD (untuk membiayai Facebook, Twitter, dan YouTube) adalah para taxpayer Amerika Serikat. Karena itu duit dari mereka.
Jika kemudian akibat dari bocoran Wikileaks itu yang marah justru orang Indonesia, menurut saya adalah sesuatu yang ajaib.
