Kota Jogja kembali diguyur abu volkanik Gunung Merapi sejak hari Kamis malam (4/11). Seperti yang dibilang Pakde Rovickry, kita harus hati-hati karena bentuk abu ini runcing. “Kalau masuk mata, jangan diucek-ucek,” ujar pemilik blog Dongeng Geologi itu. Pakde juga menyarankan untuk tidak memakai contact lens karena dapat menggores kornea. Akan tetapi ada banyak bahaya lain yang dapat ditimbulkan abu ini.
Abu volkanik memiliki sifat seperti semen. Ketika masuk ke paru-paru dan lembab, ia akan menjadi zat semacam semen basah. Oleh karena itu masker harus selalu dikenakan. Penderita asma dan episema juga harus menghindari abu ini.
Oleh karena bermuatan listrik, abu volkanik menganggu gelombang radio, termasuk sinyal handphone, 3G, dan BIS. Abu volkanik juga menghantarkan listrik, dan lebih konduktif ketika basah. Oleh karena massanya sangat padat, abu volkanik dalam jumlah sedikit dapat merubuhkan atap-atap yang rapuh.
Transportasi udara termasuk yang paling terkena dampak abu volkanik. Abu ini meleleh pada suhu mesin, kemudian menyatu dengan logam baling-baling sehingga menyebabkan turbin pesawat rusak. Oleh karena itu keputusan menutup Bandara Adisutjipto memang sudah tepat demi keamanan kita semua.
Oleh karena itu mari berhati-hati dan waspada, erupsi Merapi masih belum selesai.

