Tanggal 8 Agustus 2010, Marissa Haque menceritakan kegusarannya saat melihat Vina Panduwinata berpelukan terlalu erat dengan suami Marissa, Ikang Fawzy di acara Odyssey. Di blog berjudul Vina Panduwinata & Payudaranya yang Menempel di Dada Suamiku itu Marissa menulis:
Sejujurnya saya tidak ikhlas suamiku Ikang Fawzi terangsang secara seksual dengan payudara Vina Panduwinata [...] Saya menyatakan KEBERATAN! Bukan saya sok suci, bahkan sayapun penuh dosa dan maksiat. Namun perjalan usia membuatku selalu ingat mati dan khawatir terpeleset ke neraka.
Dalam tulisannya itu, Marissa terkesan menuduh bahwa Vina yang memulainya:
Saya hanya berharap Vina Panduwinata segera insyaf, karena usia dia sudah diatas 50 tahun dan sudah bau tanah! Dan semoga tidak ada lagi Ikang Fawzi-ikang fawzi lainnya yang menjadi ‘korban’ Vina Panduwinata, sehingga menelurkan protes keras dari para istri yang merasa terganggu. Yang menyalurkan protesnya melalui blog pribadi atau sms seperti saya.
Dalam kasus Vina-Ikang saya pelajari memang terkait dengan inisiatif si Vina Panduwinata yang menjawil duluan tangan suamiku diteruskan mereka berpelukan mesra berdua, saya duga setelahnya mungkin dengan ‘mencium’ Vina-Ikang atau Ikang-Vina dipanggung–saat manggung bersama lalu.
Rasanya memang agak janggal melihat persoalan pribadi diumbar Marissa di ruang publik, apalagi dengan melempar tuduhan-tuduhan ke arah Vina Panduwinata dan Memes. Tapi menurut konfirmasi Mas Fanabis yang di detik itu, blog itu memang milik Marissa, dan tulisan tersebut juga postingan Marissa. Jadi mungkin, Marissa memang tidak masalah.
Ini bukan pertama kalinya selebriti kita memperlihatkan kehidupan pribadinya di Internet. Agustus 2009, internet Indonesia ramai dengan video Marshanda menangis yang ia unggahkan sendiri di Internet. Video tersebut kemudian dihapus oleh Marshanda.
Kembali ke Marissa. Walaupun mantan anggota DPR itu tidak masalah dengan kehidupan pribadinya dipaparkan di internet, beberapa bagian di tulisan itu memang terkesan seperti menuding Vina. Jika kemudian Vina keberatan dengan tudingan tersebut, Marissa dapat diperkarakan atas tuduhan memfitnah. Dalam kasus ini, Marissa akan sulit untuk lari, karena kasus fitnah mensyaratkan nama korban tertulis dengan jelas.
Yaaa semoga saja tidak.
