Pimpinan di Fox Studios resah. Hasil survei seminggu sebelum rilis “Knight and Day” meramalkan kalau film Tom Cruise dan Cameron Diaz ini bakal jeblok di pasaran. Musim panas memang ladang box office yang luar biasa, tetapi penggeraknya adalah anak-anak dan remaja. Cruise dan Diaz yang mulai “uzur” tidak lagi punya mantra untuk menyihir demografi itu membeli tiket. Demikian juga plot tentang petualangan seorang June (Diaz) yang bertemu dengan agen rahasia Roy (Cruise).
Dengan waktu yang tersisa tinggal satu minggu, Fox perlu mengambil tindakan supaya yang terburuk tidak terjadi. Mereka merilis cuplikan “Knight and Day” di hari Sabtu, sebelum pemutaran perdana besok Rabu. Dan hasilnya?
Knight hanya meraup 3,8 juta USD di hari pertamanya.
Jum’atnya Knight peroleh 6 juta USD, sementara Toy Story 3 yang perdana pada hari itu peroleh 41 juta USD. Apa yang salah?
Sukar berkata bahwa ada yang istimewa dari cerita Knight, walaupun penggarapannya tidak buruk. Cerita dimulai dari pertemuan June dan agen rahasia bernama Roy di bandara Wichita, Kansas. June yang perempuan biasa-biasa saja tidak menduga akan memulai petualangan di jalan raya, laut, dan udara; dikejar agen FBI dan mafia Spanyol; dari Austria ke Sevilla, Spanyol. Walaupun Diaz tampil menarik, tetapi Tom Cruise masih tidak bisa sepenuhnya melepaskan gaya belagu, walaupun kerut-kerut usia sudah memaksa wajahnya terlihat bijak.
Jadi “masalah” ada di kombinasi antara plot dan aktor. Tapi begini, mengingat film ini telah melalui neraka “development hell”: digarap gonta-ganti oleh enam penulis skenario, dua kali ganti judul, dan bintang utama yang lepas ganti (Adam Sandler, Chris Tucker, dan Gerard Butler pernah bersedia memerankan Roy); “Knight and Day” adalah kegigihan untuk yang lumayan. Tidak akan menjadi film legenda, tetapi lumayanlah untuk ditonton. Kalau ada waktu.
