Lengkap sudah upaya mengolok-olok umat Islam ketika KAMMI menuntut pemerintah mencekal event blasphemy di Facebook. Judul event-nya memang seperti berniat mempermainkan umat islam: “Everybody Draw Mohammed Day”, tetapi tujuan mempermainkan benar-benar tercapai setelah umat Islam bereaksi ekstrim menanggapinya. Ketika pemangsa memasang umpan jebakan, kita tidak malah menyantapnya bukan?
Yang terjadi justru KAMMI melahap umpan itu bulat-bulat. Saya berusaha maklum karena M pertama di “KAMMI” berarti “mahasiswa”, dan mahasiswa memang mentalnya belum stabil. Tetapi jika M itu melekat di M pada MUI, maka saya serba salah kalau mau menempelkan “labil” di sebelah majelis yang terhormat itu.
Bagi saya ini bukan medan pertempuran yang musti dihajar dengan tangan besi. Ini adalah pertempuran opini meraih simpati dan kepercayaan masyarakat Internasional, karena faktanya sudah mulai muncul generalisasi bahwa umat Islam adalah umat yang harus diperlakukan seperti balita. Dalam pertempuran sepert ini, kemenangan yang sebenarnya adalah ketika umat kita meraih kepercayaan penduduk dunia sebagai umat yang memeluk kebaikan.