VivaNews menurunkan berita tentang radio Inggris, BBC, yang memohon maaf setelah menyiarkan kabar bahwa Ratu Inggris Elizabeth 2 telah meninggal. Selain permohonan maaf melalui juru bicaranya, BBC juga menskors penyiar yang bertanggung jawab atas kesalahan tersebut.
Ironisnya, artikel ini terbit kurang dari 24 jam setelah TvOne mengabarkan kalau Gesang meninggal. TvOne (saudara dekat Vivanews yang sama-sama group Bakrie) lantas meralat berita tersebut, setelah mendapatkan konfirmasi bahwa maestro Bengawan Solo itu masih dirawat di ICU PKU Muhammadiyah Solo. Tidak cuma TvOne, Kompas.com juga sempat menerbitkan berita salah yang serupa.
Berbeda dengan BBC, kedua media besar Indonesia itu tidak melakukan permintaan maaf secara jantan. Mengingat besarnya dosa mereka, saya mengharapkan setidaknya ada pernyataan mohon maaf formal lisan dan tulisan kepada Gesang dan publik. Tapi tidak ada. Yang ada cuma Kompas yang diam-diam mengedit berita “kematian” itu, sementara TVOne sekadar meralatnya.
Saya tidak ingin merenung atau berkontemplasi, karena sudah bosan. Setelah pemberitaan Pansus Century yang tidak berimbang dan narasumber palsu, saya cuma ingin tahu masyarakat macam apa yang tiap hari mengijinkan dirinya dikelabui oleh televisi dan koran.
UPDATE: Setelah dirawat di rumah sakit akhirnya Gesang menghembuskan nafas terakhirnya Kamis malam kemarin. Semoga amal perbuatannya diterima di sisi Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan sebesar-besarnya.
