Yak BB saya kemarin hilang.. Karena kesalahan saya sendiri sih, teledor. Bagi siapa saja yang masih menyimpan PIN BB saya, silakan dihapus saja.
Ceritanya, kemarin Minggu 21 Februari pagi (sekitar jam 8 pagi) saya pesan taksi E -yg punya mobil berwarna putih itu- untuk menjemput di Gandaria Tengah III depan Ayam Hayam Wuruk, Kebayoran Baru. Sebelum pesanan saya akhiri, saya berkata agar kalo gak dapet atau gak ada yg available, dikonfirmasi telepon ke saya. Saya selalu menekankan ini ke taksi E karena menurut pengalaman sebelumnya, kalo gak ada taksi yg available mereka gak konfirmasi! Beberapa bulan lalu saya pernah nunggu sampe hampir 1jam, dan pas saya telepon ke bagian pemesanan lagi, eh mereka bilang lagi penuh semua gak ada yang bisa jemput saya. Gggrrr…kenapa gak konfirmasi gitu lho..
Balik lagi ke cerita Minggu kmrn, jadi ada taksi E mendekat dan berhenti di depan saya. Naiklah saya ke situ. Dan suami saya sempat nanya, “Ini yang dari telepon ya, pak?” Dan kata si sopir: IYA. Di dalam taksi, saya meletakkan handphone BB saya di tempat serbaguna (entah apa namanya) di handle pintu kanan *ok ini salah, berasa mobil sendiri*. Dan karena di jalan saya sama sekali gak mainan BB, saya malah jadi lupa kalo naroh di situ, lalu ketinggalan saat kami turun. OK di sini salah saya.
Kira2 10 menit kemudian saya baru ingat dan langsung menelpon ke CSnya, lalu diproses, dan mbak CS memberi data taksi yang saya naiki tadi. Saya juga coba telpon HP saya sendiri, dan setengah jam pertama masih bunyi berkali-kali. Saya pun positive thinking aja, mgkn disimpenin dulu sama sopirnya. Tapi setelah itu saya telp lagi udah gak nyambung. -_-
Setelah telpon2an sampe pulsa suami saya habis, masih belum ada progress. Kata CSnya, sudah dibroadcast via radio taksi juga belum ada yang merespon. DAN tengah hari setelah saya berhenti ngejar via CS-nya, baru dikasitau kalau TERNYATA taksi yang saya pesan tadi bukan yang itu, tidak ada taksi pesanan yang menjemput saya! Dan mereka gak konfirmasi sama sekali.. Dan gara-gara itu barang saya yang ketinggalan gak bisa dilacak ketinggalan di taksi no berapa, nama sopirnya siapa… (saya juga gak inget, maklum gak suka mikir macem-macem).
Ya sudahlah.. Dari awal tidak ada niat baik dari sopirnya, saat ditanya apakah itu taksi pesanan by phone dia jawab iya (padahal harusnya bukan). Dari CS taksi E juga gak konfirmasi tentang status pesanan taksi saya. Jadi sekarang pasrah aja, mengumpulkan sisa-sisa rejeki untuk beli yang baru..
Mungkin ini peringatan buat saya agar lebih berhati-hati, dan lebih banyak berbagi (mungkin kemaren karena kurang berbagi).
Dan yang hilang kan barang yang bisa dibeli lagi, bukan hal besar, bukan something priceless seperti teman dan keluarga.