Ini cuma cerita fiksi. Sebuah cerpen online yang menjadi media promosi album terbaru dari Everybody Loves Irene – On Second Thought, I Might Wanna Change Some Things. Saia sendiri mulai tahu ELI dari handphone temen saia. Ada lagu Rain in the Morning-nya ELI yang membuat saia selalu memasangnya di playlist selama beberapa minggu. Lalu saia pun mencoba browsing untuk mendengarkan lagu-lagu ELI yang lain. Tapi, ternyata tidak banyak lagu ELI yang nyathol di telinga saia. Saia malah mendapati cerpen online mereka disini.
Cerpen yang ditulis oleh Fajar Nugros dan Alanda Kariza terdiri dari 7 chapter. Waktu buka pertama kali, cerpennya ditampilkan dalam bentuk flash dan ada iringan lagu ELI. Tapi waktu saia buka–kira-kira sebulan yang lalu–cerpen gak lagi dalam bentuk flash, udah kayak tampilan web biasa yang dikasi links.
Saia gak pengen cerita isi cerpennya disini. Gak seru. Kalian harus baca sendiri.
Dua jempol buat ide ceritanya, fresh banget. Pengaranganya adalah pencerita yang hebat..
Pesan inti yang ingin disampaikan ada di akhir chapter, tapi pengarang juga menyisipkan sejumlah kritik – atau ironi? – di beberapa chapter awal.
Waktu awal baca, saia sempat terkecoh dengan alur awal cerita. Di bagian depan, pengarang melulu bercerita mengenai salah pemikiran satu tokoh sentral yang mencoba memamatahkan paradigma bunuh diri. Saia bahkan sempat berpikir bahwa ada benarnya pemikiran-yang-mencoba-mematahkan-paradigma-bunuh-diri-tersebut. But that’s nothing when I turned to the next chaps.
Ada beberapa link menarik di web ini, tapi saia belum sempat walkin’-walkin’, halah!
Tell it later :D
Enjoy the story here