
“Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.” ~ Soe Hok Gie

Ketika mendengar Alexander Abimanyu, seorang kawan yang sebenarnya baru bertemu sekali, meninggal karena terkena serangan stroke, sayah terpaku. Terdiam. Dan menangis.
Di umur 33 tahun, semuda ituh, di waktu semangat masih menyala-nyala, di saat hidup masih mekar-mekarnya, semua terhenti begitu saja. Tiba-tiba. Meninggalkan banyak teman, banyak janji untuk bertemu kembali, banyak hutang untuk mengulang candaan, banyak ide yang belum sempat terwujud.
Kemudian, satu hal terpikir oleh sayah. Bagaimana jika sayah yang mengalami hal seperti Alex?
Nah.
Bahwa kalian harus tau, kalau sayah menyayangi kalian semua.
Bahwa mereka semua yang pernah menganggap sayah teman, dan sampai sekarang tetap masih menjadi kawan, mereka semua harus tau, kalau sayah menyayangi mereka.
Bahwa hidup sayah yang mungkin saja singkat (yaa.. mungkin juga ndak singkat..), sepertinya hanya bisa memberikan sedikit guna di hidup kalian semua. Hanya sekedar memberi keriaan tawa dan canda.
Tidak lebih. 