awalnya tulisan ini mau saya kirim ke media. tapi karena dah lama ngendon di flash disk (5 bulan) n belum sempat juga ndak ada salahnya dunk kalo saya akhirnya mempublikasikan ke blog ini. so guys…enjoy it ok!!
Judul Buku : Is Religion Killing Us (membongkar Akar Kekerasan Dalam Bibel dan AlQur`an)
Judul Asli : Is Religion Killing Us? Violience in the bibel and the Qur`an
Penulis : Jack Nelson - Pallmeyer
Cetakan : I, Februari 2007
Penerbit : Pustaka Kahfi, Yogyakarta
Tebal Buku : xxxiv + 276
Pada dasarnya semua agama itu bertujuan baik, karena mengajarkan permasalahan mendasar yang penting dan penuh makna. Perbedaan agama yang ada seharusnya justru bisa melahirkan proses interaksi dan toleransi yang proporsional dan positif. Dimana masing-masing pemeluk agama bisa saling menjalankan agamanya secara dewasa, bertanggung jawab, dan tanpa saling mengganggu satu sama lainnya. Bahkan seyogyanya perbedaan agama dapat melahirkan sikap berlomba-lomba dalam kebaikan dan ketinggian moral untuk merefleksikan ajaran kedamaian, kesejahteraan, keadilan, kepedulian sesama, karena masing-masing agama ingin menunjukkan bahwa agama yang dianutnya adalah agama yang paling menjunjung tinggi etika, baik etika kepada manusia maupun kepada Tuhan.
Namun kenyataannya, saat ini sangat sulit mencari agama yang benar-benar diperuntukkan untuk perdamaian dunia (rahmatan lil alamin). Karena, agama seringkali dijadikan “kedok” untuk melakukan tindak kekerasan, kecurangan, pembunuhan juga teror sebagai dalih untuk mewujudkan kedamaian, keadilan dan perlawanan atas nama Tuhan. Dan semua tindak kekerasan itu bersumber pada teks-teks suci yang ada pada kitab masing-masing. Teks-teks yang ada pada kitab diartikan secara subjektif oleh penganutnya sehingga memberi pandangan yang negatif bahwa Tuhanlah yang membuka peluang besar untuk menimbulkan konflik berdarah. Klaim-klaim atas tindakan kekerasan yang dibenarkan dan merujuk pada teks-teks suci agama monoteis (yahudi, Kristen,muslim) merupakan penghalang utama tercapainya harapan agama sebagai rahmat bagi semesta alam. Pertikaian antar etnik yang terjadi diberbagai belahan dunia dan pertarungan sengit untuk membenarkan kalim masing-masing yang nampaknya semua itu berlandaskan pada firman-firman Tuhan adalah bukti nyata.
Kekuasaan Tuhan seringkali diekspresikan dalam bentuk yang menakutkan berupa sanksi, hukuman, siksaan, kekalahan musuh dan superioritas kekerasan. Kaum fundamental seringkali mengatasnamakan Tuhan dan Agama serta mengutip ayat-ayat yang ada dalam kitab suci dalam melakukan terorisme. Teks-teks suci yang di dominasi bayangan kekerasan memberikan motivasi dan inspirasi untuk melakukan terorisme tersebut. Mereka menyakini bahwa tindak kekerasan itu dilegalkan karena ajaran kekerasan tersebut telah termaktub dengan jelas dalam kitab suci, baik kitabnya orang yahudi, Kristen, muslim.
Buku ini sangat menarik untuk dibaca, karena penulis melakukan pendekatan yang cukup orisinil dengan menelaah teks-teks suci (perjanjian baru, perjanjian lama, alquran). Selain itu penulis juga nyampaikan fakta mengenai gambaran Tuhan yang identik sebagai penghukum, penganiaya, pemaksa dan bertindak sewenang-wenang. Dan juga ia mengajak kepada para pemeluk agama monoteis (yahudi, Kristen, muslim) agar menjadikan agama sebagai pondasi kuat untuk menghadapi dunia yang gelisah dan bukannya justru menjadi penyebab kegelisahan, ketakutan atau sumber pembenaran kekerasan. Selamat membaca!
