puisi yang muncul pada saat malam takbiran. dimana malam itu saya masih dalam perjalanan ke sebuah kota yang ditinggalkan sebagian “penghuninya”…dan puisi yang khusus saya persembahkan buat seorang Dyuw (panggilan amma buat dia)..!!!
lelaki yang sekarat karena pertempurannya dengan malaikat…lelaki yang sederhana namun dialah yang terindah..yang melewati lebarannya kali ini dengan istirahat dan memejamkan mata di kota hujan dan kota yang ditinggalkan penghuninya tersebut.
Jiwa mabuk…
sekerat hati sekarat
saat bulan mulia dimuliakan berlalu..
akan ada tangis bahagia berjumpa saudara
akan ada nostalgia bersua kawan lama..
akan ada suka cita perayaan akbar
jiwa pecinta….
sekeping hati merindu mati..
perpisahan ini menggoreskan pilu
menjejakinya jiwa menangis cemas..
kemenangan tak akan terayakan..
sebab ternyata istighfarnya masih diperlukan istighfar…
Atas segala khilaf dan salah..mohon maaf lahir batin..