Sebagai orang jawa yang bisa berbahasa indonesia, sekaligus orang indonesia yang bisa bahasa jawa, seringkali saya mencampuradukkan penggunaan kedua bahasa tersebut dalam komunikasi sehari-hari. Hal ini tidak jadi masalah karena lawan bicara saya kebanyakan juga mengerti penggunaan kedua bahasa tersebut.
Namun suatu saat, sering terjadi kesalahpahaman gara2 pencampuradukkan bahasa ini. Penyebabnya adalah ada kata dalam bahasa indonesia yang juga digunakan dalam bahasa jawa, namun dengan arti yang beda, malah cenderung berlawanan.
tentang kalimat ambigu yang terjadi soal hal ini baru saja saya alami.. ketika saya beroleh sebuah sms dari seorang kawan
SMS Kawan : "sih do ngumpul kang? Ning endi saiki?"
(masih ngumpul bro? Dimana sekarang?)
lalu sms tersebut saya jawab pake tangan kiri.. tangan kanan pegang setang sepeda motor. saya sedang berkendara.
SMS saya : "Mau ke burjo manto"
Menurut saya, sms jawaban tadi sudah cukup jelas. Namun nyatanya tidak, karena masih masuk sms lagi
SMS Kawan : "Mau = akan atau Mau=tadi?"
Hahaha.. sejenak saya tertawa. Kesalahan saya adalah membalas sms menggunakan bahasa indonesia untuk sms yang dikirim pakai bahasa jawa. Lalu saya balas lagi sms tersebut
SMS saya : "Saya kan pakai bahasa indonesia"
Entahlah sms itu sampai atau tidak. sebab hanya ada status sent, bukan delivered. Dan tidak ada balasan lagi.
Satu lagi keambiguan kalimat saya ada pada salah satu plurk.. waktu itu saya menulis "Nanti saya tak ikut Juminten".
Masalahnya adalah pada pengunaan kata "tak". Lagi2 ini kesalahan saya sendiri. Seharusnya saya menggunakan kata "tidak". Ya sudahlah.
Tapi pasti kalian mengerti maksudku kan ?