
Pada saat si Mas, anak sulung saya itu, diterima di perguruan tinggi pilihannya, saya bertanya apakah dia akan pergi pulang dari Bogor ke Depok atau mau kos saja di Depok? Dia memilih yang kedua dan saya senang. Paling tidak dia harus belajar hidup mandiri, lepas dari ketiak orang tuanya. Begitu pikir saya sembari girang. Saya sendiri toh sudah mulai hidup terpisah dari orang tua sejak memasuki jenjang sekolah menengah. Istri saya yang pada awalnya gundah gulana, coba saya tenangkan. Si Mas akan baik-baik saja.
(11 unread)









