Derawan Trip Part I
“Ke Derawan? Oleh-oleh telur penyu, ya!”
Itulah kalimat yang selalu saya dengar saat bilang ke temen-temen bahwa saya akan ke Derawan. Padahal seingat saya, penyu dan telurnya itu dilindungi.
Maka caritaulah saya ke sumber-sumber yang bisa dipercaya, salah satunya bertanya ke pakdhe @mbilung yang kebetulan orang yang mengundang saya ke sana. Dari penjelasan yang didapat, memang penyu adalah salah satu binatang yang dilindungi. Populasinya dari tahun ke tahun semakin menurun. Sayang sekali masih banyak masyarakat yang kurang mengerti.
Perdagangan telur penyu di Kalimantan Timur masih cukup tinggi dan bahkan dilakukan secara terbuka. Saya coba bertanya ke beberapa teman yang berasal/pernah tinggal di Kalimantan (khususnya Kalimantan Timur), dan rata-rata mereka gak tau kalau telur penyu itu illegal, karena mudah sekali didapat di pasar-pasar tradisional.
Penyu yang ada di Kepulauan Derawan ini ada 2 jenis, yaitu Penyu Hijau dan Penyu Sisik. Tapi Penyu Sisik sudah sangat sangat langka, jarang sekali dijumpai. Penyu Hijau sendiri populasinya semakin menurun, salah satunya karena telurnya terus diburu oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. TNC & WWF sendiri (yang ngundang secara resmi) punya pos khusus yang tujuannya untuk mengkonservasi telur-telur penyu tsb di Pulau Derawan.
Gimana sih cara penyu berkembang biak atau bertelur? Sampai-sampai hewan itu jadi terancam punah? Padahal sekali bertelur bisa 100an lebih. Secara singkat aja ya:
Penyu baru akan kawin dan bertelur rata-rata setelah berusia 30 tahun. Pertumbuhannya sangat lambat. Tidak semuanya bisa bertahan hidup dalam rentang waktu segitu lamanya, karena bisa jadi mereka udah mati duluan karena habitatnya terganggu, dibunuh manusia, dsb. Tukik atau anak penyu yang baru lahir pun saat ini menghadapi banyak ancaman, dari burung, dari binatang laut yg lebih besar, gangguan manusia, dsb.
Dari ratusan telur yang menetas, kemungkinannya si penyu tsb bisa bertahan hidup hingga dewasa mungkin hanya 1% diantaranya. Nah, apalagi kalau ratusan telur tersebut diambil dan diperdagangkan untuk dimakan manusia! Ngapain sih…masih banyak kok makanan enak lain yang legal.
Kepulauan Derawan memang merupakan daerah peneluran penyu hijau terbesar di Indonesia. Pulau Derawan adalah pulau yang sering didatangi penyu-penyu untuk bertelur, selain beberapa pulau lain seperti Sangalaki, Maratua, dan Blambangan. Kata @mbilung, penyu akan bertelur di tempat di mana dia dilahirkan. Jika tempatnya sudah tidak available, baru dia mencari di daerah sekitarnya.
Kalau melihat Pulau Derawan saat ini, rasanya agak sedih, karena pulau tersebut sudah mulai padat dengan berbagai penginapan dan restoran di sepanjang pantainya. Padahal pantai tersebut merupakan tempat bertelurnya penyu hijau. Bertambahlah hal yang membuat penyu-penyu tersebut jadi susah bertelur.
Btw..
Pulau ini adalah pulau terpadat diantara pulau lain karena sumber air tawar bersih sangat mudah didapat dibanding yg lain, seperti surga kata orang di sana. Tapi memang bener, Kepulauan Derawan adalah surga dunia! Nanti ceritanya saya sambung di tulisan lain ya..
addthis_url = 'http%3A%2F%2Fblog.faniez.net%2F2010%2F07%2F08%2Fpenyu-hijau-dari-derawan-dilindungi%2F';
addthis_title = 'Penyu+Hijau+dari+Derawan%2C+Dilindungi%21';
addthis_pub = '';