Rasanya baru kemarin (sengaja mengutip kalimat awal dari puisi KH Mustofa Bisri). Ya, rasanya baru kemarin, pesan pendek dari Pakdhe Blonthank masuk ke ponsel saya, berisi ajakan untuk datang ke Wedangan Kemin di sebelah barat Monumen Pers. Padahal itu sudah terjadi lebih dari setahun silam.
“Ngumpul dengan blogger-blogger Solo.” Begitulah kira-kira, inti dari ajakan yang dituliskan Pakdhe di SMS-nya saat itu.
Saya pun mengiyakan ajakan itu, karena sejak awal berkecimpung di dunia blogger, saya belum pernah ngumpul dengan blogger Solo. Malah lebih sering mblayang ke Yogyakarta, berinteraksi dengan kawan-kawan yang kemudian bersinergi di CahAndong.
Sesampai di Wedangan Kemin, sudah banyak blogger yang datang. Hanya Pakdhe Blonthank yang saya kenal saat itu. Lainnya tidak.
Malam itu, diskusi soal dunia blog terjadi. Ringan, tapi bermakna, apalagi acara nongkrong di Wedangan Kemin malam itu, menjadi embrio terbentuknya komunitas blogger Solo dan sekitar, yang beberapa waktu kemudian sepakat mengusung nama Bengawan.
Hingga komunitas ini, akhirnya resmi diluncurkan pada paruh ketiga bulan Februari 2009, atau selang hampir tiga bulan setelah komunitas ini dibentuk.
Saya tidak ingat, tanggal berapa diskusi di Wedangan Kemin itu terjadi. Tapi yang saya dengar, ketika saya ikut nongkrong malam itu, acara kumpul blogger Solo itu sudah yang kesekian digelar.
Kalau kemudian 12 Desember ditetapkan sebagai hari jadi, ya mestinya pada tanggal itu lah, setahun silam, Bengawan resmi dibentuk.
Pascapeluncuran komunitas yang dilakukan di pendapa Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Surakarta dan dihadiri sejumlah blogger dari lain daerah, mesin penggerak Bengawan mulai bekerja. Berbagai kegiatan dilakukan, agar komunitas ini tak hanya sekadar nama dan ajang ngumpul tak bermakna, tapi menjadi bermanfaat bagi siapa saja yang berkecimpung di dalamnya, juga bagi orang di sekitarnya.
Menggelar seminar, talk show dan berbagai kegiatan lain dilakukan. Tentu juga kopdar, agar sesama anggota Bengawan saling mengenal.
Tak terasa, setahun sudah berjalan. Komunitas ini rupanya sudah harus meniup lilin ulang tahunnya yang pertama. Jika saja tak ada pesan pendek ke ponsel saya yang mengabarkan agar pada 12 Desember ini, Bengawan-ers posting bersama dalam rangka ulang tahun pertama komunitas, saya tak tahu bahwa pada hari ini komunitas ini berulang tahun.
Jika diibaratkan manusia, usia setahun adalah fase tumbuh kembang, di mana bayi belajar berjalan dan berbicara, setelah sebelumnya merangkak.
Bengawan, mungkin begitu. Belajar berjalan dan berbicara, lewat berbagai gelaran kegiatan positif. Dari pembelajaran itulah, Bengawan kemudian akan makin kencang berlari dan lantang bersuara, lewat kegiatan-kegiatan lainnya.
Jika sudah demikian, semangat dari nama Bengawan, yang diambil dari nama sungai terpanjang di pulau Jawa, yakni Bengawan Solo, pun bisa dirasakan. Mengalir sampai jauh manfaatnya, karena bisa dirasakan banyak orang …
Rasanya baru kemarin, Bengawan lahir ke dunia … tapi hari ini, Bengawan menorehkan angka 1 di usianya … dan kemudian berlarilah kencang, bersuaralah lantang, jauhlah engkau mengalir …
NB : selamat kepada kawan-kawan Bengawan yang dengan semangat 45-nya terus aktif menghidupkan komunitas ini. maaf, kalau saya tidak aktif, juga jarang kopdar … xixixixixixixixi :p