
Setelah dua jam mengarungi samudera, memecah ombak di malam yang diterangi bintang dan bulan bulat (cuiiih sekali), kami tiba di Pulau Tomia. Kami akhirnya menginap di Waha di Pulau Tomia karena saya ngeri dijadikan jangkar kapal oleh Pak Kapten speed boat, dan lantas harus berganti nama menjadi Mbilung Jangkarkapal. Sebelum berangkat tidur, Pak Kapten berpesan, “kita berangkat besok jam 3 pagi ya” dan lagi-lagi saya mengangguk setuju. Saat itu saya benar-benar menikmati langit malam yang dipenuhi bintang dan sesekali bisa melihat seleret bintang jatuh (meteor). Di kota besar, kadang saya bisa juga menikmati yang begini pada saat langit sedang bersih dan PLN sedang melakukan pemadaman listrik.
(more…)