Abis liat video klip lama nya SUM41 yang judulnya “pieces”. Nah di akhir video klip itu ada mobil yang ngangkut seseorang yang lagi duduk nyante dalam box mobil itu. di mobil itu ada tulisannya “PERFECT LIFE”.
Njuk pas mobil itu lewat depan kamera, huruf “F” dari kata “LIFE” lepas, jadi tinggal kata “PERFECT LIE”
hmm.. jadi mikir.. sebenernya apa sih yang namanya perfect life itu? Muda foya-foya, Tua kaya-raya, Mati masuk surga? iya memang itu semprna.. tapi apa ya bener ada kehidupan macam itu? hidup sesempurna itu?
mungkin bener kalo yang namanya “PERFECT LIFE” itu “PERFECT LIE”.. kehidupan yang (benar-benar) sempurna itu adalah kebohongan yang sempurna..
kenapa kata benar-benar saya kurungi?
hmm.. ya kalo memang bener-bener sempurna sih saya belum pernah menemukan.. bagaimana dengan kehidupan sempurna?
hmm.. sempurna ato tidak, itu tergantung dari yang menjalani hidup itu sendiri. Bagaimana kita menilai kehidupan kita. Kalo kita nilai sempurna, ya akan jadi sempurna, dan begitu pula sebaliknya.
Si A dan Si Z kerja di tempat yang sama, dengan posisi yang sama, dan mendapat rizki yang sama. Tapi mereka memiliki pandangan yang beda terhadap kehidupan mereka. Si A merasa apa yang dia dapat sudah cukup (bersyukur). Sedang si Z merasa apa yang dia dapat jauh dari cukup. Hasilnya? Si A bisa menikmati kehidupannya. Sedang Si Z selalu menggerutu dan mengeluh apa yang dia dapat tidak cukup.
Sebenernya contoh di atas ngga cukup bisa mewakili apa yang disebut sempurna seperti bahasan saya di atas. Tapi bagaimana memandang kehidupan itu yang saya garis bawahi.
Orang yang ngga merasa cukup dengan apa yang dia dapat (dari Tuhan) akan selalu merasa kekurangan berapapun banyaknya rizki dia. Dan akhirnya kehidupannya akan habis untuk mencari apa yang dia cari (baca: nafsu)
Pak Utoro, dosen yang ngasi saya nilai C di tahun pertama, trus ngulang di tahun kedua jadi dapet A saya dulu pernah bilang “ngga ada yang ideal (sempurna) di alam ini, yang ada adalah real”.. hmm.. bener juga.. Yang ada kan Real Madrid, bukan Ideal Madrid.. *loh??*
Pepatah bilang, kenapa manusia dikatakan makhluq yang sempurna? Ya karena ketidak sempurnaannya itu..
Dan akhirnya, saya ingin mengingatkan kepada saya dan para pembaca (lha koq koyo khutbah jumat?) bahwasanya kita seharusnya bersyukur dengan apa yang kita dapat. Ada orang lain yang ngga seberuntung kita.. Ada kalanya kita perlu memandang ke atas untuk meningkatkan motivasi, namun memandang ke bawah juga perlu untuk mensyukuri apa yang udah kita dapat..
Semoga…