Postingan ini adalah makian saja kepada DEPKOMINFO dan kroni-kroninya!
Beberapa ISP, termasuk ISP salah satu warnet depan kost saya, ternyata memblok BLOG ini. Saya coba ekspansi ke beberapa warnet terdekat juga sama. Tetapi ada yang masih bisa mengakses, dari beberapa teman yang saya konfirm via YM.
Dari semalam saya mencari tahu kenapa setiap meloading KAPUCINO.ORG tidak pernah sukses. Tetapi kalo direct link langsung menuju URL Permalink postingan selalu sukses. Atau jika saya membuka blog ini menggunakan layanan Proxy Site yang tersebar gratisan di internet, juga selalu sukses. (wah, jangan-jangan nanti semua Proxy Site juga di block.. hahahaha..)
Ternyata setelah saya menghapus salah satu postingan tentang FILM F[I]TNA itu, blog ini kembali berjalain dengan baik. Memang resume postingan tentang film tersebut masih terpajang di halaman depan, halaman index. Termasuk saya menuliskan link streaming film itu dari Liveleak dan juga Image nya saya beri alt=”(judul film itu)”
Padahal postingan itu cuma himbauan. Mengajak rekan-rekan pembaca blog ini untuk menyikapi secara benar film tersebut. RETHINGKING!! NIAT SAYA BAIK! SIAL. Malah ikut ke-block teryata. Ini yang namanya SAPU JAGAT. Benar-benar membuat saya emosi. Belum lagi kabar tambahan dari rekan-rekan pengguna multiply, dan Blogger yang mereka mendapat hambatan yang sama. Mengingatkan saya pada zaman dulu di kampus, dimana yang di blok adalah kata atau susunan kata, atau istilahnya “STRING”. Saya bisa paham kalo ini terjadi dalam komunitas akademik, apalagi fasilitas kampus yang bandwith dan access gratis memang diprioritaskan untuk hal-hal akademis. Tetapi dulu saja adminnya pinter, bukan mem-block tepatnya. Cuma access nya di limit saja, sehingga ada prioritas access. Misal situs Friendster, di kampus saya dulu akan saaaangaaat lama sekali di jam-jam sibuk. Karena memang Friendster dibatasi aksesnya. Tetapi jika jalur akses sedang plong lancar seperti pas malam hari, akses ke Friendster - streaming movie - dan lain lain ya biasa-biasa saja.
Mungkin anda mengira warnet-nya saja yang memakai software blocking string. Tidak kok. Saya sudah konfirm ke beberapa warnet tersebut. Sama sekali tidak. Mana mereka berada di areal perkampusan, areal mahasiswa-mahasiswi gini. Cuma keluhan saja dari pengelola warnet, dari ISP warnet bersangkutan memang telah mengadakan blocking. Tetapi teknisnya bagaimana, mereka juga tidak begitu paham.
Ini mungkin akibat himbauan tertulis - resmi dari si M. Nuh agar ISP-ISP mem-blocking site-site tertentu berbau SARA, Pornografi, terutama penyebaran film F[I]TNA. Coba saja ISP anda, apakah bisa melakukan Googling dengan keyword “F*TNA”? Jika gagal, selamat! ISP anda adalah korban dari surat himbauan tersebut.
Saya tidak mempermasalahkan tentang PORNOGRAFI. Tanpa situs-situs itu saya bisa melayani hasrat saya akan pornografi dengan lebih elegant. Tetapi ini adalah urusan akses selain dari pada itu. Ketika orang mau belajar lebih, berpikir lebih, memerdekakan pikiran untuk memahami pola-pola pikir orang lain, memahami dunia, apakah itu dianggap sebuah kejahatan? Apa salahnya saya belajar pola sinisme Geert Wilder, politik RASIS Hitler, mendalami gaya FASIS Lenin atau pembantaian umat beragama sekalipun? Apakah saya cuma boleh nerimo urusan Pancasila saja?
Cocoknya turunkan saja si M. Nuh ini dari Menteri - katanya akademisi, tapi kok ngga make otak. Kalau perlu sekalian turunkan saja yang dulu mengangkat dia. Punya anak buah kok ga genah. Tidak atasan, tidak bawahan, ditambah anggota-anggota dewan busuk di sana, pada tebar pesona saja jago-nya. Mengurus rakyat kelaparan saja tidak bisa - malah sudah mikir buat naik lagi di 2009??? Shame on You!
Demokrasi? DEMOKRASI NGEHEK!!… Daripada munafik dengan kata demokrasi, saya lebih memilih menjadi penganut sosialis kalau begini. Tidak cukup dengan satu kata lawan, mungkin butuh beribu kata TURUNKAN!!
UPDATE 1 :
Titipan pesan dari seorang teman. Memang para ISP ini tidak tahu mau bagaimana. Karena himbauan tersebut terkesan memberi kebebasan untuk mempertimbangkan situs-situs apa yang harus diBlocking. Tetapi mereka juga sadar diikat oleh aturan UU-ITE tersebut. Serba salah? Mungkin iya. Atau lebih tepatnya, Depkominfo tidak mau menanggung resiko komplain pelanggaran HAM dari para USER dan Pengelola Situs yang di-block.
UPDATE 2 :
Saya menganggap pertemuan Depkominfo dengan bloger dan komunitas internet lainnya malam tadi sudah menjawab kegelisahan saya. Dan cuma menunggu aksi nyata-nya saja. Ngomong-ngomong soal kritik saya yang pedas dan kasar diatas, anggap saja saya sedang berdemo di depan pagar kantor Depkominfo. Dengan spanduk-spanduk seperti yang umum anda lihat di Jakarta setiap hari.
UPDATE 3 :
Liputan lengkap dan tagsline menyegarkan dari Om Romi. Hasil Diskusi Blogger dan Komunitas Maya dengan pak Nuh. Cukup jelas disana bahwa M. Nuh ini berada pada situasi terpojok. Tetapi saya percaya bapak Menteri bisa memperbaiki, menyiapkan langkah-langkah positif dan membangun lainnya menghadapi permasalahan ini. Apalah saya, cuma bloger ecek-ecek yang mencoba menjadi kontrol sosial terhadap kebijakannya dan pemerintah. Yang pasti saya menunggu langkah yang lebih baik. I’m still here.
Related Posts
- “Titik-Titik” Harus Bicara"Saya sendiri yakin sepenuhnya 1000 wakil rakyat yang bakal hilir mudik di gedung UFO itu adalah orang-orang yang sangat capable: membaca buku-buku berat, mengenal pemikiran para negarawan, ahli sejarah, dan ahli filsafat tentang negara. Yang paling penting: memahami pe...